KARANGANYAR – Ketua tim Pemberdayaan Wakaf Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Jateng, Attan Navaron, menjadi narasumber kegiatan rapat koordinasi dan Bintek Pemutakhiran Tanah Wakaf dan Verifikasi Tanah Wakaf Tahun 2025, Senin, 27 Oktober 2025 di Kankemenag Kabupaten Karanganyar.
Kegiatan dimulai sejak Pagi melalui zoom yang diikuti oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf di 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah untuk menyatukan persepsi terkait pemutakhiran data lama wakaf sesuai dengan Kepdirjen Bimas Islam No 539 tahun 2025 tentang juklak pemutakhiran data wakaf pada aplikasi digital Siwak.
Latar belakang diadakan kegiatan pemutakhiran ini diantaranya adalah adanya 440.512 data tanah wakaf di SIWAK lama yang diragukan realibilitas nya dan perlu dilakukan cleansing data.
Attan menjelaskan, Kabupaten Karanganyar telah sukses menjadi lokasi pilot project sejak 2024 terkait pemutakhiran data wakaf. Capaian ini juga diapresiasi oleh Kemenag Pusat.
Pelaksanaan pemutakhiran data wakaf ini tahun 2024, Kabupaten Karanganyar sebagai pilot project bersama Kabupaten Demak dari Jawa Tengah dan Jawa Barat ada Indramayu dan Sukabumi. Dan alhamdulillah, Karanganyar sudah bisa memuaskan apa yang diminta oleh pusat,” ujarnya.
Atas kesuksesan ini, tim dari Kabupaten Karanganyar akan dijadikan mentor dan mengawal pemutakhiran data wakaf lama pada 17 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.
“Oleh karena itu, nanti kami mohon bantuan teman-teman. Kita bisa mendampingi teman-teman di 17 kabupaten/kota sampai nanti masa tugas berakhir pada 15 Desember,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kankemenag Karanganyar, Hidayat Maskur meminta 10 orang anggotanya yang akan mendapatkan tugas agar mau dan bersiap mengemban tugas dengan baik karena tidak hanya membawa nama Kabupaten Karanganyar, namun juga Kantor Wilayah Jawa Tengah.
“10 orang yang diambil ini sudah melalui beberapa proses, kita sebagai percontohan sebagai pengelola aplikasi siwak. Bukan hanya membawa nama kementerian agama dari Kabupaten tapi juga membawa nama dari kanwil,” ujar Hidayat.
Ia turut meminta agar tim pendampingan selalu meningkatkan kualitas dan jangan ragu bertanya jika ada kendala yang ditemui di lapangan.
“Bapak Ibu agar untuk selalu meningkatkan kapasitas dan kemampuan diri, salah satunya dengan membuat grup khusus untuk saling sharing terkait permasalahan yang ditemui ketika sudah menghadapi tugas,” tutupnya. (Wahyu AM)

No responses yet